Pandu Keadilan DPW PKS Riau mengadakan aksi sosial unik, mendaki
sekaligus bersih-bersih gunung dengan tema 'PKS Peduli Lingkungan',
selama tiga hari Jumat-Ahad (20-22 September 2013). Aksi yang
berlangsung di Gunung Marapi ini untuk membersihkan sampah-sampah dari
puncak sampai ke kaki gunung.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Pak Jon, tokoh masyarakat
kanagarian setempat yang juga menjabat sebagai ketua pos pendakian.
“Belum
pernah ada kegiatan seperti ini yang dilakukan oleh pendaki lainnya.
Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada PKS Riau yang
telah peduli terhadap kebersihan gunung Marapi yang kita cintai ini,"
kata Pak Jon sewaktu memberi sambutan pada upara penutupan kegiatan.
Yang juga menarik, 135 peserta yang mengikuti aksi peduli lingkungan ini
bukan cuma kader PKS. Bahkan dua pertiga peserta adalah pemuda-pemuda
umum yang baru direkrut dan tertarik dengan kegiatan mendaki gunung
sekaligus peduli lingkungan.
“Kita merekrut untuk membina, bukan untuk memperalat orang untuk
kepentingan politik. Kita berharap setelah bergabung dengan PKS,
pemuda-pemuda menjadi lebih berguna dan berkarakter, kebiasaan-kebiasan
yang kurang baik bisa diminimalisir, insyaAllah,” kata Ahmad Syukrillah,
ketua panita saat membuka acara.
Ya, lewat kegiatan mendaki gunung dan peduli lingkungan mereka semua
berkumpul dengan semangat. Ekspedisi ini dimulai pada Jumat malam
(19/9). Setelah acara pelepasan di Markaz Dakwah DPW PKS Riau oleh ketua
DPW Ust. Nurdin, SE, Ak, rombongan berangkat dari Pekanbaru, Riau
menuju Koto Baru, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, tempat lokasi gunung
Marapi.
Perjalanan pendakian disambut dengan semburan asap tebal dari kawah
gunung marapi, namun itu tidak menyurutkan semangat para peserta, karena
pantia telah lebih awal mendapatkan informasi status gunung Marapi
hingga saat pendakian masih di level Siaga 1.
“Justru bila dua hari saja Marapi ini tidak beraktivitas mengeluarkan
asap, maka pendakian akan kita tutup sementara,” kata salah satu
patugas Pos Pendakian di pasangrahan.
Selain tantangan ketahanan fisik dan emosi, peserta yang sudah dibekali
materi survival harus mempraktekkan cara bertahan hidup di alam bebas
selama lebih dari 24 jam. Pada kondisi itu, mereka hanya dibekali air
dan sedikit makanan.
Acara inti dari kegiatan ini adalah membersihkan sampah-sampah dari
puncak sampai ke kaki gunung. Untuk itulah setiap peserta dibekali satu
buah karung yang digunakan untuk memungut sampah ketika turun gunung.
Alhamdulillah, Marapi yang indah menjadi bersih, sebersih cita-cita dakwah yang mulia ini.

0 komentar:
Posting Komentar