BRUNEI - Berbeda dengan Anggota DPR-RI lainnya, Aleg PKS komisi
X, DR Surahman Hidayat, MA lebih memilih bertemu dengan komunitas
masyarakat Indonesia di Brunei daripada mengikuti program jalan-jalan
dan bermain golf yang sudah dikoordinir oleh panitia di sela-sela
kunjungannya ke Brunei Darussalam untuk mengikuti persidangan antar
parlemen se-ASEAN pada ASEAN SUMMIT yang dilaksanakan mulai 18 s/d 23
September 2013 di Bandar Seri Begawan.
Pertemuan dengan Indonesian Community di Brunei dilaksanakan pada hari
Sabtu, 21 September 2013 pukul 11.00 s/d 14.00 di Warung Sariwangi,
Restoran Sederhana ala Indonesia gadong. Yang dihadiri oleh 3 orang
Pengurus Inti Persatuan Masyarakat Indonesia di Brunei (PERMAI) dan 7
orang Pengurus Inti Persatuan Pelajar Indonesia di Brunei ( PPI BD)
dengan agenda KRITIK dan SARAN dari Masyarakat Indonesia di Brunei untuk
Pemerintah Indonesia.
Acara pertemuan dimulai dengan Taaruf antar peserta, kemudian satu
persatu peserta dipersilahkan untuk menyampaikan kritikan, masukan dan
sumbangsih pemikiran untuk lembaga pemerintah baik lembaga legislative,
eksekutif begitupun yudikatif. Setidaknya 3 jam berlalu semua peserta
dengan leluasa bisa menyampaikan unek-uneknya yang selama ini tidak
pernah ada wakil rakyat yang mau mendengarkan terhadap berbagai keluhan
masyarakat Indonesia khususnya yang tinggal di Brunei Darussalam.
Diantara poin-poin penting yang di sampaikan oleh para peserta pertemuan
antara lain:
1) Optimalisasi hubungan antara KBRI dengan PERMAI dan PPI yang selama ini sudah berjalan baik melalui kerjasama dalam berbagai kegiatan ataupun support Dana.
2) Memberi Perlindungan kepada TKI serta melakukan upaya diplomasi agar ada peningkatan salary yang lebih layak.
3) Perlu adanya MOU kesepahaman antara Pemerintah RI dan Brunei Darussalam sebagaimana yang telah dilakukan oleh pemerintah philipin demi melindungi TKI di Brunei.
4) Dubes dan para Diplomat harus lebih merakyat karena mereka sebagai pelayan masyarakat Indonesia yang berada diluar negeri.
5) Peninjauan kembali terhadap adanya KTKLN yang sudah banyak dijadikan lahan pemerasan baru oleh para oknum.
6) Memperketat perizinan pendirian Lembaga Pendidikan Tinggi baru di Indonesia demi menjaga mutu pendidikan.
7) Perlunya di dirikan sekolah Indonesia di Brunei demi menamkan rasa cinta tanah air, mengingat banyaknya jumlah masyarakat indonesia di Brunei yang mencapao 40 Ribu Jiwa.
8) Mempermudah birokrasi administrative seperti legalisasi ijazah di KEMENDIKNAS dan lain-lain.
9) Mengupayakan agar ada jalur penerbangan dengan rute : Brunei –Pontianak- Bandung dengan Maskapai penerbangan Indonesia seperti Garuda, Lion dan lain-lain.
10) Perlu adanya Atase Pendidikan di KBRI Bandar Seri Begawan
11) Perlunya meningkatkan skill bahasa inggris sejak dini dengan memasukan pelajaran bahasa inggris mulai dari sekolah level terendah seperti PAUD.
Pada Kesempatan trsebut DR Surahman, MA lebih banyak mendengar dan
meminta agar setiap permasalahan sekecil apapun perlu untuk
dikomunikasikan karena hal itu demi kemajuan bangsa. Beliaupun berjanji
insya Allah akan menyampaikan masukan-masukan diatas pada
institusi-institusi terkait.Acara diakhiri dengan makan dan fhoto
bersama dengan menu ayam penyet. Selanjutnya pesertapun bubar dengan
hati yang ploong dan berharap akan adanya perbaikan dimasa yang akan
datang.


0 komentar:
Posting Komentar