skip to main |
skip to sidebar
Benarkah Ekonomi Mesir Memburuk Pada Zaman Mursi?

Bulan Mei 2013, Alexandria menuai panen raya gandum. Seperti biasa, gandum
Mesir di Alexandria selalu menghasilkan kualitas terbaik. Muhammad
Mursi—ketika itu masih jadi Presiden—mengatakan bahwa negaranya sudah
siap untuk memasuki era baru swasembada pangan.
Di salah satu
ladang petani, ia berpidato. “Dalam empat tahun mendatang, Mesir akan
menghentikan secara total impor gandum dari luar dan lebih mengandalkan
produksi dalam negerin. Mesir siap untuk memasuki era swasembada
pangan,” demikian Mursi.
Jangan tanyakan soal gandum di Mesir.
Meski tercatat sebagai negara yang subur dan hijau serta banyaknya
produksi gandum, namun di zaman pemerintahan Husni Mubarak, Mesir justru
tercatat sebagai negara pengimpor gandum terbesar di kawasan Timur
Tengah. Dari mana? Mesir membeli dan mengimpor gandum dari Amerika dan
Israel!
Tahun ini, pada
kuwartal pertama saja, produksi gandum Mesir mencapai angka 9,5 juta
ton, meningkat 30 persen dari jumlah produksi di tahun sebelumnya.
“Dua tahun ke depan, Mesir menargetkan kuota produksi gandum sejumlah
12 juta ton! Ini sudah mencukupi 80 persen kebutuhan gandum dalam negeri
kita,” ujar Mursi seraya tersenyum. “Dan empat tahun ke depan, Mesir
secara total akan menghentikan impor gandum dari luar.”
Mursi
pantas optimis seperti itu. Dengan pencapaian angka produksi gandum yang
mencapai 9,5 juta ton tahun inim, Mesir berarti hanya akan mengimpor
gandum sekitar 4 juta ton sampai 5 juta ton saja, padahal
sebelum-sebelumnya impor gandum di Mesir mencapai 10 juta ton pertahun.
Tapi mungkin, tahun depan dan tahun-tahun berikutnya, Mesir akan tetap
mengimpor gandum dari Amerika dan Israel. Hanya, para petani Alexandria
itu yang mungkin tak akan pernah melupakan pidato Mursi itu. Kudeta
sudah menghabisi Mursi di kursi presiden.
0 komentar:
Posting Komentar