MUKOMUKO - Seperti yang di beritakan, pada Senin, 12 Agustus
2013, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Bengkulu,
menginstruksikan seluruh sekolah di daerah itu untuk mengajarkan
terjemahan Al-Quran kepada siswanya. Langkah ini mendapat apresiasi
Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP), sekaligus Anggota Komisi X
DPR RI, Surahman Hidayat.
Surahman Hidayat dalam keterangan pressnya kepada media, mengatakan
"Saya sangat mengapresiasi Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Mukomuko
Bengkulu, dalam kebijakannya menginstruksikan seluruh sekolah di daerah
tersebut, untuk mengajarkan terjemahan Al-Qur’an kepada siswanya.
Kebijakan seperti ini sangat layak di contoh oleh pemerintah daerah
lainnya, untuk mengurangi buta huruf AL-Qur’an, sekaligus menambah
pemahaman para siswa akan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an.
Sebagai bangsa yang mayoritas beragama Islam, kemampuan membaca dan
memahami kitab suci Al-Qur’an menjadi sesuatu yang penting untuk di
galakan di tengah-tengah masyarakat, terlebih lagi di dunia pendidikan.
Ketidak fahaman terhadap ajaran yang terkandung dalam kitab suci
Al-Qur’an merupakan salah satu factor penyebab munculnya krisis
moralitas di kalangan pelajar, seperti maraknya tawuran, kasus penyalah
gunaan narkoba, seks bebas, dan lain sebagainya.
Surahman melanjutkan penjelasannya, dengan adanya bentuk kebijakan
instruksional dari Pemerintah Daerah seperti yang di lakukan oleh Dinas
Pendidikan Dan Kebudayaan Bengkulu, saya berharap tingkat kerusakan
moralitas di kalangan siswa semakin berkurang, sehingga mampu
menghadirkan suasana kegiatan belajar dan mengajar yang lebih kondusif
dan produktif, dalam rangka menghadirkan kualitas pendidikan nasional
yang berkualitas, sehingga generasi penerus bangsa, semakin memiliki
kualitas yang baik dalam menghadapi tantangan zaman, jelas Surahman.
Sebagai tambahan informasi mulai semester ini sekolah harus mengajarkan
Metode Tamyiz atau terjemahan Al-Quran kepada siswanya," kata Kepala
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko Nur Hasni di
Mukomuko, Senin.
Ia mengatakan bahwa buku pedoman membaca dan menerjemahkan Al Quran
dengan mudah dan praktis telah dibagikan ke seluruh sekolah mulai dari
jenjang SD hingga SMA. "Jumlahnya memang terbatas untuk setiap siswa
tetapi setiap sekolah sudah ada panduannya," katanya.


0 komentar:
Posting Komentar