Simpati dunia atas kekerasan bersenjata oleh aparat keamanan Mesir
terhadap aksi damai mulai berdatangan. Setidaknya, masyarakat Indonesia
mulai berduyun-duyun menyuarakan dihentikannya pembantaian berdarah di
Mesir. Kalangan ulama, Ormas dan mahasiswa mulai mengeluarkan pernyataan
sikap hingga melakukan aksi damai mengutuk pembantaian yang terjadi di
Bulan Ramadhan ini.
Pernyaataan bersama pimpinan Ormas Islam se Indonesia menyatakan suara
pertentangan terhadap aksi kudeta militer yang tengah terjadi di Mesir,
saat ini. Mereka bahkan mengecam keras aksi yang sama sekali tidak
berazaskan kemanusiaan tersebut. Menurut para pimpinan ormas dan lembaga
Islam ini, bahkan aksi kekerasan yang terjadi di Mesir bukan lagi
sekadar kudeta, melainkan tergolong dalam aksi terorisme militer skala
besar.( Baca republika online : Ormas Islam Indonesia Kecam Keras
Terorisme Militer di Mesir )
Tak cukup melalui pernyataan sikap dan aksi di jalanan, dukungan warga
Indonesia atas rakyat Mesir menolak kudeta berdarah dan kecaman aksi
brutal aparat keamanan juga merambah dunia maya khususnya via media
sosial Twitter. Sejak tadi malam tagar (hashtag) #SaveEgypt menghiasi Time Line (TL) pengguna twitter di Indonesia.
Operasi massif tagar #SaveEgypt membuahkan hasil. Sejak tadi malam, sekitar 9.30 pm (29 Juli 2013) #SaveEgypt
mendominasi mention di tweetland. Hasilnya tak lama kemudian menjadi
Trending Topic (TT) Indonesia. Hasil pantauan saya, puncaknya sebelas
jam lalu, sekitar 11 pm (29 Juli 2013) #SaveEgypt bersama #WorldBlindtoMassacreInEgyptWhy menjadi Trending Topic Worldwide atau TT Dunia.
![]() |
| #SaveEgypt menjadi Trending Topic nomor satu di Indonesia (pukul 04.00 WIB 30/7/2013) |
Pagi ini, #SaveEgypt tetap nongkrong di trending topic di Indonesia (TTI). Pukul 10.03, #SaveEgypt
menduduki posisi dua TTI. Mungkin ini terkait beberapa aksi serentak
beberapa kalangan khususnya di Indonesia yang melakukan aksi solidaritas
untuk Mesir di berbagi kota. Misalnya, Mahasiswa di Jogja melakukan
aksi mengecam pembantaian di Mesir.
![]() |
| Poster undangan aksi solidarotas untuk Mesir di Jogja |
Ketika saya telusuri lalulintas mention #SaveEgypt melalui web analytics.topsy.com terlihat bahwa Dalam 12 jam (9 pm/29 Juli - 9 am/30 Juli) hashtag #SaveEgypt melebihi 12000 mention di twitland. Jadi sekitar 1000 mention/jam #SaveEgypt muncul di TL twitter. Perkembangan tagar #SaveEgypt dalam 24 jam Puncaknya terjadi pada 9.30 pm (29 Juli) yaitu 3418 mention (lihat gambar di bawah).
![]() |
| Lalu lintas mention #SaveEgypt sehari terakhir via analytics.topsy.com (30 Juli 2013) |
Fenomena tren topik #SaveEgypt
di twitter semakin memperjelas peran penting media sosial sebagai media
menyuarakan pendapat dan aspirasi secara bebas. Penyebaran informasi
melalui media sosial yang demikian cepat membuat netizen merasa bahwa
selain bisa meraih dukungan yang banyak dalam waktu singkat, mereka bisa
juga membentuk opini baru melawan pemberitaan media mainstream yang
kadang berlawanan dengan fakta.
Media sosial saat ini menjadi penyeimbang bagi media massa yang
mendominasi isu pemberitaan yang muncul di mayarakat seperi TV, Koran,
Majalah, Radio dan Tabloid. Media sosial mampu menjadi penyeimbang isu
negatif bagi kelompok atau topik perbincangan yang santer di media
konvensional. Mengutip pernyataan Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas
Katolik Atma Jayakarta, Alois A Nugroho yang dimuat di Harian Kompas
hari ini (7/2/2013), di halaman dua, mengungkapkan bahwa untuk
mengimbangi tirani informasi yang muncul menjelang dan selama
pelaksanaan pemilu 2014, masyarakat diminta menggunakan media sosial
sebagai alat penyebaran informasi pembanding.
“Bisa dikatakan informasi di media sosial bisa dipakai untuk mengimbangi
pemberitaan media massa.” Kata Alois. Dia menambahkan, komunikasi lewat
media sosial juga bisa menghimpun gerakan civil society dalam isu
tertentu.
“Tapi harus diingat, gerakan melalui media sosial hanya bisa efektif jika diikuti dengan gerakan offline.” Ungkapnya.
Selamat berjuang para pendukung perdamaian dan kemanusiaan. Pastikan aksi kalian berlangsung simpatik dan damai.
Salam perdamaian!
Achmad Siddik
*http://media.kompasiana.com/new-media/2013/07/30/saveegypt-trending-topic-dunia-untuk-perdamain-di-mesir-580874.html





0 komentar:
Posting Komentar