Menteri
Pertanian Suswono berjabat tangan dengan Dirjen FAO Jose Graziano da
Silva saat keduanya bertemu di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin
(27/5).
Direktur
Jenderal FAO Jose Graziano da Silva mengungkapkan hal tersebut kepada
Menteri Pertanian RI Suswono dalam acara jamuan makan malam yang
diselenggarakan Kementerian Pertanian, Senin (27/5) malam di Jakarta.
Menurut Graziano, penghargaan akan diserahkan pada konferensi FAO yang
akan digelar pertengahan Juni 2013 mendatang di Roma, Italia.
“Saya berharap dapat berjumpa Anda di sana, DR Suswono,” ujar Graziano.
Graziano
mengemukakan, keberhasilan Indonesia melawan kemiskinan dan kelaparan
salah satu faktor nya adalah keberhasilan Indonesia meningkatkan
produksi pangan lewat program ketahanan dan kedaulatan pangan.
“Kebijakan
dan program Anda adalah faktor yang sangat signifikan dalam upaya
melawan kelaparan di Indonesia,” tegas Graziano, yang tidak lain adalah
adik mantan Presiden Brazil Lula da Silva ini.
Graziano menyebut
salah satu contoh program Kementerian Pertanian yang dinilai membantu
mengatasi masalah kemiskinan dan kelaparan adalah Program Desa Mandiri
Pangan (demapan).
Demapan merupakan program aksi yang dilaksanakan
Kementerian Pertanian dengan tujuan untuk mengurangi rawan pangan dan
gizi melalui pendayagunaan sumber daya, kelembagaan dan kearifan lokal
pedesaan.
Mentan menyambut gembira kabar yang disampaikan Dirjen
FAO tersebut. Apa yang dilakukan pemerintah Indonesia, khususnya
Kementerian Pertanian dalam upaya mengatasi persoalan pangan saat ini
sejatinya sejalan dengan visi dan misi Graziano saat pemilihan Dirjen
FAO, juga target MDGs, khususnya target MDGs pertama, yaitu penurunan
angka kemiskinan dan kelaparan, serta upaya untuk pencapaian swasembada
pangan.
Pada kesempatan kunjungan Dirjen FAO ke Kementerian
Pertanian, Senin pagi, Mentan sempat mengungkapkan kembali visi dan misi
Graziano ketika maju dalam pemilihan Dirjen FAO beberapa waktu lalu.
Ketika itu Graziano fokus pada lima hal yakni; penghapusan kelaparan,
peningkatan produksi pangan yang berkelanjutan, penanggulangan
kemiskinan, utamanya bagi perempuan dan anak di pedesaan, pengembangan
sistem pangan yang efektif dan efisien, serta antisipasi krisis pangan
akibat keadaan darurat dan bencana alam.
“Selain itu juga
menyelesaikan proses reformasi yang telah disepakati untuk memperluas
desentralisasi, dan memperluas kerja sama South-South Cooperation (Kerjasama Selatan-Selatan),” ujar Mentan.
Pada
kesempatan itu Mentan juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan
atas bantuan FAO dalam pembangunan pertanian di Indonesia selama ini.
”Saya
tetap menempatkan FAO sebagai salah satu mitra penting dan strategis
dalam mendukung pembangunan pertanian di Indonesia. Karena itu, saya
sangat berharap agar kerja sama yang telah terjalin erat selama ini
dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa yang akan datang,”
kata Mentan Suswono. (ist/tjk)

0 komentar:
Posting Komentar