BANDA ACEH -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H.Muhammad Anis
Matta, Lc tampil membius ribuan kader PKS dengan orasi politiknya di
Anjong Mon Mata, Banda Aceh (16/6/2013). Kata-katanya yang membakar dan
meneduhkan sanggup membuat kader PKS yang tidak kebagaian tempat duduk
terus berdiri sampai pidatonya usai.
Dalam pidatonya yang berapi-api tersebut, Anis Matta mengupas panjang
lebar tentang sejarah Nabi Yusuf As dan Nabi Musa As yang diabadikan
dalam Alquran dan korelasinnya dengan prahara yang dihadapi oleh partai
dakwah tersebut.
Dikatakan Anis Matta, sejarah Nabi Yusuf As saat para saudaranya
berkonspirasi membunuhnya harus menjadi pelajaran berharga bagi para
kader PKS. Bahwa Nabi Yusuf tidak dendam kepada para saudaranya yang
membuangnya ke sumur meskipun Nabi Yusuf telah menjadi Raja di Mesir,
mereka semua dimaafkan atas dasar cinta.
“Yang harus antum ketahui adalah, bahwa setiap cobaan pasti ada hikmah
dibaliknya, sebagai peristiwa Nabi Yusuf As. Apa yang dihadapi PKS saat
ini juga mengandung hikmah yang sangat besar di sisi Allah. Saat kita
telah berada di istana, kita akan menceritakan kembali kepada mereka
yang berkonspirasi menghancurkan kita mengenai peristiwa yang menimpa
PKS hari ini dengan penuh cinta”, papar Anis Matta.
Dalam pidatonya ini, Anis Matta juga mengutip kata-kata Umar bin Khatab, bahwa liqaaul ikhwan jalaul hazan, berjumpa ikhwah akan menghilangkan kesedihan, terang Anis Matta yang disambut tepukan penuh keharuan ribuan kader PKS.
Anis Matta juga memompa semangat kadernya, kegembiraan jangan hilang
dari hati kita apapun peristiwa yang terjadi. Karena menurut Anis
Matta, kegembiraan dan senyum adalah pertanda energi kita masih menyala.
“Benteng terakhir pertahanan hidup kita adalah saat kita masih tetap bisa tersenyum. Menurut Anis Matta, semua orang punya masalah, kalau akar dari hati kita penuh dengan kegalauan dan kegundahan, maka pertahanan jiwa kita akan lumpuh. Kita bisa mati saat masih hidup”, jelas Anis Matta.
Dikatakan Anis Matta, rombongannya dari DPP PKS datang ke Aceh untuk menggembirakan kader.
“Kalau hari ini setiap kali antum nonton Tv, baca berita, dengar radio yang antum dengar adalah hujatan-hujatan dan fitnah-fitnah kepada PKS, maka itulah tabiat jalan dakwah”, kata Anis Matta lagi.
Tapi tegas Anis Matta lagi, semua yang mereka lakukan terhadap kita maka
itu tidak akan menghilangkan senyum kita, kebahagiaan kita. Menurut
Anis Matta, tantangan besar pada faktanya tapi kecil dalam pikiran kita
maka tantangan itu akan jadi kecil, begitu juga sebaliknya, kalau
tantangan kecil namun besar dalam pikiran kita, maka tantangan itu akan
besar.
Anis Matta juga mengatakan bahwa PKS didirikan atas dasar iman. Maka,
pekerjaan dengan iman akan tumbuh tanpa henti, maka tidak akan ada yang
bisa menghentikan kiprah dakwah PKS. Anis Matta juga mengajak para kader
PKS untuk tawakkal kepada Allah SWT. Menurutnya, PKS akan bisa terus
berjalan kalau kita bertawakkal kepada Allah SWT.
Ajak kader PKS ke warkop
Di akhir pidatonya, Anis Matta mengajak para kader PKS agar membaur
dengan masyarakat. Bergaullah dengan mereka maka antum akan melihat
hasilnya yang luar biasa, terang Anis Matta.
Anis Matta menganjurkan agar kader PKS rajin-rajin duduk di warungkopi
dan pusat-pusat keramaian masyarakat lainnya, karena menurut Anis Matta,
hari ini masyarakat mengenal kader-kader PKS sebagai orang-orang yang
shalih-shalihah, tapi jarang bergaul dengan masyarakat.
“Nah, ini yang haruS antum benahi," desak Anis Matta. Antum harus
bergaul dengan masyarakat, tataplah mata mereka agar mereka mengenal
antum sebagai orang-orang yang baik. Dengan cara seperti ini masyarakat
akan mengenal partai ini, terangnya.
Pada sesi jumpa pers, Anis Matta mengatakan bahwa partainya akan
konsisten menolak kenaikan harga BBM dan menyerahkan sepenuhnya urusan
menteri dari PKS kepada Presiden SBY. Saat ditanyai seorang wartawan
apakah Anis Matta siap dipilih menjadi Presiden Republik Indonesia, Anis
Matta menjawab bahwa fokusnya saat ini adalah membawa PKS berada di
posisi 3 besar. ***
*report by Teuku Zulkhairi
*report by Teuku Zulkhairi


0 komentar:
Posting Komentar