Nama aslinya Rejono, usia beliau 47 tahun, memiliki 3 orang anak,
tinggal di Jalan Kebon Pala II RW 04, Kampung Melayu, Jakarta Timur.
Sehari-harinya ia adalah pedagang Mie Ayam Pangsit yang biasa mangkal di
belakang Sekolah Dasar Negeri Kampung Melayu, dekat pangkalan ojek
motor.
Pak Are jualan mie ayam pangsit terbilang cukup lama, yaitu 30 tahun
lebih beliau mengeluti usahanya. Dari belum menikah hingga memiliki
keluarga.
Dari hasil jeripayahnya pak Are sudah dapat membiayai kuliah kedua anaknya dan yang bontot masih duduk di bangku SMA.
Alhamdulillah pak Are adalah bagian dari jamaah “Majelis Ta’lim
Al-Inabah” yang dirintis oleh para kader DPRa PKS Kampung Melayu.
Semenjak mengikuti majelis ta’lim ini kehidupanya merasa ‘nyaman’, dulu
yang baca Al-Qurannya terbata-bata sekarang sudah mulai lancar.
Beliau cukup kesulitan untuk membaca Al-Quran karena keterbatasan
penglihatan, kaca mata yang dimiliki sudah lama dan kurang layak pula.
Para kader DPRa PKS Kampung Melayu membantu mengusahakan mencari donatur
untuk membelikan buku Iqro dan Al-Quran berukuran besar dan juga kaca
mata baru untuk kenyamanan pak Are membaca Al-Quran.
Pak Are pun tidak merasa malu ikut mengaji dengan para jamaah lain yang
jauh lebih muda. Beliau mengatakan “Menuntut ilmu itu wajib hukumnya,
apalagi yang dipelajari adalah Quran dan As Sunnah”.
Pak Are pun dikenal baik oleh para kader. Jika ada kader yang berkunjung
ke beliau, maka beliau menyajikan mie ayam pangsit dagangannya kepada
mereka.
“Mie Ayam Pangsitnya pak Are enak banget,” ucap Endy yang pernah
berkunjung dan mencicipi semangkuk mie ayam pangsit ala pak Are.
Saking enaknya dagangan nya sering habis oleh para langganannya. (endy)
*http://www.pksjaktim.org/indahnya-bersama-dalam-barisan-dakwah/


0 komentar:
Posting Komentar